Bangun dari Tidurku

Untuk kesekian kali
aku dilamar lagi,
pada ruang waktu
yang saban hari menyapa anganku. Ajaknya untuk bicara; wacana-wacana yang sekian lama tak langsung di utarakan.
Mindaku seakan digetus kuat dan aku tersentak;
mengalih pandanganku kepadanya.
Aku terpinga seketika
pada titik-titik yang kosong di ruang minda.
Dan ke sekian kali itu baru ku sedar
kering sudah tintaku,
dan sungguh ku terlupa
aku adalah ahlinya.
Mungkin perlu ku kembali padanya
Pada tinta dan sekajang kertas berwacana seperti dulu
Jangan ku kesah hal sekeliling
Yang takkan pernah menjanjikan apa apa