Rindu Berair mata – 2009

keseorangan…
termenung
termanggu
di kepala katil
duduk memeluk kaki…
mata meremang menerjah
memecah tembok bilik
keluar ke ruang tamu
tembus dari selingsir balkoni
menerobos entah kemana
mencari cari si dia…
dia ku rindu…
dia ku damba
tika hujan dan gerhana
hanya wajahnya menerpa
menghangat kesejukan hati dan jiwa
tangan semakin memeluk kaki…
lalu memaku ke pangkal lengan
kedinginan malamku memaksa hati
berasak dengan kabut fikiran
melawan arus derita sepi
dan semakin terpacul airmata
dibirai kelopaknya
lalu menitis satu persatu
tak sempat bergenang
dan fikiran masih menerobos rupa dia
semakin jauh memecah semua dinding
yang dilaluinya
tempias hujan rebas
di tiup angin deras membasahi belakangku
namun hujan di dalam
aku saja yang tahu
rindu
semakin berakar umbi
di hati…